Memulai sebagai seorang pendamping

Untuk memulai sebagi seorang pendamping ada beberapa yang harus kita perhatikan diantaranya adalah:

1) Belajar mengidentifikasi penyusunan rencana pertemuan
Dalam penyusunan rencana pertemuan, kita harus mulai mengidentifikasi sistem penyusunan rencana pertemuan secara keseluruhan dalam pelaksanaan proses pendampingan ini, dan seluruh pendamping meyakini bahwa format rencana pertemuan sebelum pelaksanaan pendampingan harus dibuat secara mendetail.

2) Membangun kecakapan fasilitasi efektif
Untuk membangun sebuah kecakapan memfasilitasi dan menggerakkan para guru ke arah tujuan profesional yang diinginkan, seorang pendamping harus mampu untuk: a) Mendorong diadakannya diskusi dan interaksi antar guru yang kaya dan bermakna; b) Menjaga ritme (cepat-lambatnya) dan aliran (flow) setiap rapat, diskusi, seminar; c) Mendengarkan secara aktif; d) Berkomunikasi secara jelas; e) Mengecek pemahaman orang; f) Membuat ringkasan dan menyatukan ide-ide yang berbeda; g) Berpikir dan bertindak secara kreatif; h) Mengusahakan adanya hubungan-hubungan (connections) antara pikiran-pikiran guru; i) Membantu guru mengatasi rasa takut dan resistensi; j) Mengelola harapan-harapan orang; k) Mengelola konflik; l) Mendorong adanya sharing dan kerjasama; m) Menyeimbangkan organisasi dan persiapan dengan fleksibilitas; n) Berusaha untuk tepat waktu tanpa harus ‘diatur’ oleh waktu; o) Tahu kapan harus menjawab suatu pertanyaan dan kapan membiarkan guru-guru; p) menemukan sendiri jawabannya.

Dalam sebuah dikusi yang baik, harus diikuti sebuah dialog-dialog yang baik juga. Pendamping dapat mengembangkan keterampilan dalam memberikan pertanyaan terbuka, menggali dan berkualitas harus senantiasa dipakai dalam diskusi dengan guru. Teknik Bertanya yang Baik Melibatkan Guru dalam Fungsi Kognitif yang Spesifik: a)Masukan—mengingat, mendefinisikan, mendeskripsikan, mengidentifikasi, menyebutkan, mendaftarkan; b) Proses—membandingkan, menyimpulkan, menganalisis, mengurutkan, meringkas; c) Keluaran—memprediksi, mengevaluasi, menebak, membayangkan, memvisualisasikan.

3) Identifikasi Kekuatan dan kelemahan dalam memfasilitasi
Secara umum yang dirasakan oleh pendamping diidentifikasi kekuatan dan kelemahan diantaranya adalah, harus menemukan kekuatan apa yang kita punya dalam hal melakukan pendampingan dan juga menguraikan kemelahan yang mungkin akan menghambat jalannya sebuah pendampingan. Setelah tergambar dengan jelas kekuatan dan kelemahan tersebut kita dapat menyusun sebuah strategi baru untuk kita dalam melakukan pendampingan.

(Jika akan memulai pendampingan, mualilah dengan menyusun rencana dan melilahat postensi internal yang kita miliki)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: