Dua Substansi Inti dari “Proses Pendampingan” Dalam Kacamata Penerapan ALWI

Secara umum tujuan pendampingan dari kepada guru-guru adalah memberikan bantuan profesional khususnya pada kompetensi pengelolaan pembelajaran seperti:

1) Menyusun rencana pembelajaran;

2) Melaksanakan pembelajaran;

3) Menilai prestasi belajar peserta didik;

4) Melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian prestasi belajar peserta didik.

Bantuan profesional tersebut diatas tentunya dengan ditunjang oleh penerapan pembelajaran aktif berbasis ICT (Active Learning Witch ICT/ALWI. Kita bisa coba arahkan bantuan profesional tersebut pada dua dasar utama pendampingan yaitu diagnosa dan klinis ( kalau dalam bahasa supervisi adalah supervisi klinis) seperti pada bagan di bawah ini:

PROSES PENDAMPINGAN

 

Pertama mendiagnosa; berupaya untuk mencari serta mengidentifikasi guru yang akan didampingi oleh kita dilihat secara internal yang melekat pada diri guru tersebut meliputi:

1)    Kompetensi dasar:

–       yaitu pengetahuan tentang pedagogis dan pengetahuan ICT;

–       Keterampilan; baik keterampilan pedagogis ataupun keterampilan dalam penguasaan ICT; 

2)    Kompetensi pembeda;

Kita mencoba mendiagnosa kepercayaan diri dari guru yang akan kita dampingi. Kepercayaan diri yang dimaksud adalah kepercayaan diri dalam mengajar dengan pembelajaran aktif menggunakan teknologi.

3)    Karakteristik pribadi

Kita mengidentifikasi serta mencoba untuk membangun komitmen guru dampingan kita dimulai secara internal, artinya mereka mencoba menanamkan komitmen dalam diri mereka tentang kebermanfaatan ICT dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

4)    Motif

Kita mendiagnosa guru dampingan kita mengenai tingkat motivasi atau dorongan yang ada dalam diri guru tersebut dalam berusaha melakukan perubahan kearah yang lebih maju (Keinginan sukses menerapkan ICT)

Kedua Klinisis ; Setalah kita mendiagnosa apa sebetulnya yang dirasakan serta yang dibutuhkan oleh guru baru dengan berupaya memfokuskan pada empat substansi di atas, kita sebagai pendamping/fasilitator memberikan upaya kongkrit dalam memberikan bantuan profesional sebagai upaya ‘penyembuhan’ sehingga guru-guru dapat meningkatkan komptensi pengelolaan pembelajaran; dengan cara:

1) Membantu kemampuan teknis dalam penguasaan ICT;

2) Sharing pengetahuan tentang kependidikan dan ICT;

3) Membantu penyusunan RPP pembelajaran aktif dengan bantuan ICT;

3) Ikut membantu memberikan masukan kekuatan dan kelemahan implementasi RPP pembelajaran aktif dengan bantuan ICT;

4) Ikut membantu dalam memberikan assesment;

5) Memberikan feedback kepada guru.

Semoga dua substani inti dari sebuah proses pendampingan ini dapat berguna bagi para pendamping guru di lapangan.

Salam

Asep Iryanto

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: