Kiat Bagi Pendamping Guru “Menerapkan Active Learning with ICT”

Teknologi dan pendidikan tidak bisa dipisahkan, apalagi ketika memasuki abad ke 21 teknologi sudah menjadi kebutuhan dari pengembangan kualitas pendidikan. Pemanpaatan teknologi dalam lingkup pendidikan sudah mulai dilaksanakan pada tataran kebijakan bahkan pada tataran implementasi dilapangan. Begitu juga dengan program ICT di DBE 2 USAID sudah menggulirkan berbagai program pelatihan dan pendampingan mengenai ICT seperti Development Active Learning wit ICT (DALI) , Intel Teach, Mentoring dan Follow up serta Kursus Online.

Secara umum guru menerima kehadiran teknologi dalam pembelajaran walaupun belum sepenuhnya untuk ketataran implementasi di lapangan. Sesuai dilapangan ada beberapa strategi yang dapat kita lakukan sebagai pendamping kepada guru agar merasa nyaman dalam menggunakan ICT dalam pembelajaran di kelas diantaranya:

1) Mulailah mengenali karakteristik guru dampingan kita;

2) Mulailah menyusun tujuan bersama guru dampingan;

3) Biarkanlah guru mulai mengenail komputer dan mencoba-coba;

4) Ajaklah guru untuk senantiasa menggunakan komputer dengan berbasis pada produk;

5) Berilah waktu atau kebebasan kepada guru mengunakan komputer tanpa harus selalu ditemani oleh kita;

6) Dampingi guru dalam pembuatan disign pembelajaran;

7) Dampingi guru ketika melaksanakan pembelajaran;

8) Berilah umpan balik agar mereka dapat berbagi;

9) Biarkanlah guru mengajar secara mandiri.

 

Diskusi dengan pihak MI CibangbanIMG_0397

Sedangkan secara mandiri guru dapat mengimplentasikannya dikelas, ada salah satu kerangka kerja yang dapat membantu para guru merasa lebih dalam penggunaan teknologi di kelas:

1) Mulailah menentukan mata pelajaran dan materi serta kelas;

2) Tentukan model pembelajaran aktif berbasis ICT apa yang akan di integrasikan. Dalam Model Manajemen komputer terbatas yang di implementasikan oleh DBE 2 yaitu mencakup Model Pusat/Stasiun Pembelajaran (The Learning Centers/Stations Model), Model Navigator (The _avigator Model), Model Kelompok Kolaboratif (The Collaborative Groups Model) dan Model Para Ahli (The Expert Model);

3) Mulailah menyusun disign pembelajaran;

4) Cobalah praktekan di kelas bersama siswa dengan hanya sendiri tanpa ditemani oleh guru siapapun;

5) Cobalah mempraktekan dengan di lihat oleh guru lain menggunakan tehnik kelas terbuka agar ada masukan/umpan balik dari teman guru-guru ataupun fasilitator atau juga bahkan pengawas;

6) Mulailah memasuki pembelajaran yang nyata;

7) Gunakanlah terus menerus;

(Asep Iryanto)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: