Mempetakan tujuan Pendampingan

Tujuan pendampingan sangat krusial sekali dalam sebuah proses pendampingan. Tujuan pendampingan harus mengandung unsur-unsur baik nilai, keterampilan ataupun pengetahuan yang akan kita capai selama proses pendampingan. Misalkan tujuan pendampingan kita kali ini adalah “Untuk meningkatkan kompetensi penguasaan ICT dan penguasaan paedagogis”

Setelah tujuan kita buat, maka mulailah kita mempetakan tujuan tersebut minimal kedalam tiga tahapan yaitu pertama tahapan dimana kondisi yang sedang terjadi saat ini, kedua kondisi yang diinginkan pada jang ka menengahnya, ketiga yaitu kondisi dimna tujuan tersebut sudah sepenuhnya tercapai.

Merumuskan Tujuan Pendampingan

Untuk lebih rincinya bisa di lihat contohnya di bawah ini:

Pertama tahap awal 1) Membangun motivasi dan kemampuan ICT; jika guru sudah memiliki kemampuan pedagogis tapi tidak memiliki kemampuan mengoperasionalkan ICT akan sangat sulit mengimplementasikan; 2) Membangun kemampuan pedagogis, jika guru memiliki keterampilan ICT tetapi kurang dalam kemampuan pedagogis seperti kemampuan fasilitasi maka penggunaan ICT di kelas akan menjadi hambar tampa ada rohnya, oleh karena itulah kedua-duanya harus kita bangun di tahap awal ini.

Kedua tahap lanjutan; tahapan ini yang paling sulit karena kita harus mampu mengintegrasikan kemampuan ICT dengan kemampuan pedagogis guru, sehingga terciptalah ramuan PBM ( Proses Belajar Mengajar) yang berkualitas dan nikmat bagi guru dan siswa dan telah mengandung zat-zat PAKEM dengan penggorengan ICT.

Tahap akhir. Tahapan ini adalah tahapan tersulit bahkan hampir mencapai supersulit mungkin, karena pada tahapan ini kita harus membentuk juru masak ini mampu berinovasi dan berkreasi tentang jenis ramuan, resep makan bahkan bahan-bahan yang dibutuhkan sehingga terciptalah ramuan yang super dengan bahan, materi, peralatan ICT dan mampu membangkitkan pembelajaran yang penuh dengan inovasi dengan ICT, dan juga ramuan tersebut selalu dipakai oleh guru setiap memasak hehehe maap maksudnya mengajar dan mengalami proses perbaikan selalu. Ramuan tersebut bukan saja hanya dipakai untuk mengikuti kejuaraan atau moment tertentu saja (artinya bukan ketika untuk dilihat oleh yg berkepentingan saja) tetapi sudah menjadi kebiasaan dalam memberikan hidangan yang enak, nikmat dan berkualitas bagi seluruh  siswa (dalam setiap PBM).

Salam

Asep Iryanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: