Pengantar Kebijakan

Tiga hal yang akan dibahas dalam kebijakan, diantaranya adalah : 1) Proses perumusan kebijakan; 2) analisa implementasi kebijakan; 3) Proses evaluasi kebijakan. Kebijakan pada dasarnya adalah serangkaian tindakan yang terarah dan memuat nilai-nilai yang dijadikan sebuah pedoman bagi sebuah kelompok ataupun individu. Ada beberapa pendapat menurut ahli mengenai kebijakan, diantaranya:

  • Suatu proses terencana guna memperoleh tujuan, nilai-nilai dan praktek-praktek yang terarah (Lasswell)
  • Serangkaian tindakan yang memiliki tujuan tertentu yang mesti diikuti dan dilaksanakan oleh para pelakunya untuk memecahkan suatu masalah( Anderson)

Produk dari sebuah kebijakan adalah undang-undang. Dalam sebuah kebijakan diperlukan sebuah ketajaman analisis. Ketajaman analisis didasarkan pada dua hal utama yaitu epic (perspektif) dan emik (Nilai emfirik). Kebijakan didasarkan pula pada Ilmu. Ilmu tersebut dadasrkan pada pedoman yang sudah ada dan jugadari alam.

Sistem kebijakan memiliki berbagai komponen diantaranya perangkat kendali, perangkat operasional dan perangkat pendukung.

  •  Policy structure = policy identification
  • — Forecasting utk melihat dampak (konsekwensi) kebijakan yang diambil.
  • — Policy action = policy implementations

Dalam policy implementation (policy action) ada 5 hal yang dibutuhkan, yaitu:

  1. Mesin organisasi (policy machinery)
  2. Sumberdaya yang mendukung (infrastruktur)
  3. Policy Advocacy (sosialisasi)
  4. Policy argument (rasional agar tdk meragukan)
  5. Policy control:  a). Perbaikan; b). Bimbingan;  c. Controlling (pengendalian); d). Punishment (Sanksi)

Implementasinya dibutuhkan:

  • —  Policy Advocacy: bertujuan untuk meminta dukungan, jangan melawan, jangan membantah.
  • —  Policy Argument: Alasan-alasan (rasional) lahirnya policy.

Kenapa policy advocacy perlu, supaya setiap orang faham dan ikut berperan.—  Keberhasilan sebuah policy tdk mungkin hanya dari pimpinan tetapi harus didukung orang banyak.—  Kelemahan manajemen nasional Indonesia adalah ketidak mampuan untuk menjelaskan dan membangkitkan semangat untuk mendukung (berperan) secara nyata, sehingga banyak  kebijakan yang ambruk di tengah jalan dan bahkan menimbulkan masalah baru.

Ada 3 hal menurut Bernard dalam melaksanakan policy

  1. Mengerti tujuan dan menjelaskannya kepada rakyat yang dipimpinnya
  2. Membangun komunikasi secara terus menerus dari beragai sisi kepada rakyat yang dipimpinnya
  3. Memberdayakan (mengamankan pemberdayaan) anggota, shg setiap orang punya peran dan kontribusi optimal terhadap pelaksanaan policy.

Dampak dari kebijakan:

  • —  Pembuatan policy dimaksudkan untuk memperbaiki dan memecahkan masalah;
  • —  Ada juga yang malah menimbulkan masalah baru yang perlu dikaji kembali.

—Contoh dampak dari: kebijakan otonomi daerah, UU Guru dan Dosen, Sertifikasi Guru/Dosen, zero growth dalam penerimaan pegawai, KTSP, 20% Anggaran Pendidikan.

Rujukan

Anderson, James, Public Policy-making, Second edition, Holt, Rinehart and Winston: 1979 dalam Islamy, Irfan, Prinsip-Prinsip Perumusan Kebijakan Negara, Cetakan 12, Bumi Aksara, Jakarta:2003

William N Dunn (2008) Public Policy Analysis (an Introduction Fourth Edition) New Jersey : Pearson Prentice Hall

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: