Arah dan Strategi Pemasaran Pendidikan

Globalisasi Sebagai Tantangan
Globalisasi mensyaratkan persiapan sumber daya manusia yang berkualitas, tentunya dengan tingkat penguasaan sains dan teknologi yang menunjang, terutama teknologi informasi dan dengan pembekalan dasar moralitas yang tergali dari kearifan tradisi-kultural dan nilai-nilai doktrinal agama yang kuat.
Arus globalisasi menimbulkan pengubah sosial yang menurut Emil Salim (1990) menimpa 4 bidang kekuatan, yakni : 1) Gelombang perkembangan yang amat tinggi dalam bidang IPTEK. 2) Bidang ekonomi.3) Masalah lingkungan hidup. 4) Bidang politik.
Kehadiran era globalisasi jangan dipandang sebagai ancaman bagi kehidupan kita terutama kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi dengan adanya globalisasi harus menjadi sebuah tantangan bagi semua komponen masyarakat untuk maju dan berkembang mengiringi kehadiran era globalisasi. Globalisasi harus dipandang sebagai jalan untuk mencapai puncak kemajuan yang tentunya harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki ciri Excellent Personallity (kepribadian yang unggul). Sumber daya manusia dengan globalisasi menjadi dua dimensi yang saling memiliki ketergantungan dan saling mempengaruhi.

Sumber Daya Manusia Sebagai Penggerak
Salah satu peranan yang sangat strategis sumber daya manusia adalah dalam menghadapi perkembangan era globalisasi. Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor pembangunan, bahkan merupakan salah satu sumber daya terpenting disamping berbagai sumber daya lain seperti Sumber daya alam, Iptek, dan sebagainya dalam pembangunan nasional suatu bangsa. (Suyadi Prawirosentono, 1994: 5).
Pelaku utama dalam mengisi era globalisasi adalah sumber daya manusia, hal ini berarti bahwa ilmu pengetahuan semakin meningkat, teknologi semakin mutakhir, tetapi jika tidak diikuti oleh peningkatan kualitas sumber daya manusia akan menjadi sia-sia. Hal ini dikarenakan fungsi manusia sebagai penggerak roda kemajuan dalam proses globalisasi. Sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam globalisasi adalah sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang unggul atau dalam istilah Excellent Personallity, untuk mencipatakan SDM yang berkualitas tersebut adalah peranan dari pendidikan.
Pendidikan Sebagai Penghasil SDM yang Berkualitas
Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembentukan manusia-manusia yang unggul dan mampu untuk dapat mengisi era globalisasi ini. Tujuan pendidikan nasional adalah Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti yang luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Masyarakat saat ini memandang pendidikan hanya sebatas kewajiban yang harus dilakukan saja, tanpa memandang bahwa dengan pendidikan seseorang mampu untuk mempertahankan hidup dalam era globalisasi ini. Pendidikan bukan saja diarahkan pada kekuatan intelektual saja tetapi harus diarahkan juga pada kemampuan dalam pengembangan nilai-nilai kemanusiaan dan memiliki kecerdasan untuk mampu menjadi seorang pribadi yang unggul Excellent Personallity.
Di Indonesia terjadi salah kaprah dalam dunia pendidikan saat ini, pendidikan diorientasikan hanya untuk membangun intelektual saja, tanpa bagaimana membangun kekuatan lain yang dapat menjadi faktor keberhasilan dalam hidup. Faktor lain itu adalah bagaimana pendidikan di Indonesia harus mampu menciptakan manusia yang memiliki jiwa entrepreneur yang baik, sehingga masyarakat tidak sia-sia untuk menyekolahkan anaknya. Tidak salah jika Robert. T. Kiyosaki dalam bukunya yang berjudul “Before You Quit Your Job, (10 Pelajaran Yang Harus Dikuasai Untuk Membangun Bisnis Besar)” mengatakan bahwa ada hal lain untuk memperoleh pendidikan yang mampu membawa kepada kehidupan yang sukses, yaitu melalui sekolah jalanan. Sekolah jalanan diartikan sebagai sekolah diluar persekolahan secara formal yang didapat dari bagaimana seseorang belajar dari pengalamannya dan belajar dari pengalaman orang-orang sukses.
Perubahan paradigma pendidikan di Indonesia harus mulai untuk diarahkan pada bagaimana pendidikan mampu menghasilkan manusia yang bercirikan excellent personaliity yaitu memiliki keterampilan yang handal, memiliki visi yang jelas dalam hidup, memiliki jiwa entrepeneur yang handal, memiliki nilai-nilai moralitas yang religius, dan memiliki kecerdasan intelektual yang mampu dikompetisikan dengan kehidupan yang nyata. Hal inilah yang harus dibangun oleh pendidikan terutama lembaga persekolahan, karena lembaga persekolah memiliki karakter khusus yaitu pendidikan sebagai produk jasa.
Pendidikan Sebagai Produk Jasa
Pendidikan merupakan produk jasa, akan tetapi lulusan tidak dapat sepenuhnya merupakan produk pendidikan, karena terdapat faktor lingkungan yang juga mempunyai peran dalam perkembangan peserta didik menjadi lulusan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa produk pendidikan adalah jasa pendidikan. Jasa sekolah dikelompokkan atas lima komponen utama yakni: a). Jasa kurikuler; b). Jasa administrasi; c). Jasa kebijakan; d). Jasa ekstrakurikuler; e). Jasa penelitian.
Jasa kurikuler, merupakan pelayanan yang bersifat kurikuler seperti penyusunan kurikuler dan silabus, perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi, serta bimbingan. Jasa administrasi umum, berbagai pelayanan yang bersifat kebijakan umum terutama dilaksanakan oleh pemimpin sekolah. Sedangkan jasa ekstrakurikuler merupakan pelayanan dalam pengembangan kesiswaan di luar kegiatan kurikuler, tetapi mendukung kegiatan studi seperti pengembangan minat, rekreasi, kesejahteraan dan pengembangan kemampuan untuk berkarier. Adapun jasa penelitian, merupakan pelayanan dan pelaksanaan penelitian yang menghasilkan konsep yang dapat dipergunakan oleh kostumer tersier.
Hakikat dari pendidikan sebagai produk jasa adalah bagaimana pendidikan harus mampu memberikan kepuasan terhadap pelanggan pendidikan itu sendiri, seperti; siswa, masyarakat, dunia kerja dan negara.
Siswa Sebagai Pelanggan Nomor Satu
Siswa sebagai pelanggan nomor satu dalam persekolahan, sehingga fokus kepada pelanggan akan memberikan dampak yang sangat baik terhadap sistem pemasaran dari sekolah. Vincent Gaspersz (1997:10) mengembangkan suatu konsep manajemen yang berfokus pada kepuasan pelanggan. Adapun konsep yang dikembangkan suatu akronim dari penulis mengenai hal fokus kepuasan pelanggan yang mengandung makna sebagai berikut: (1)Visionary Transformation(Tranformasi Visi); (2) Infrastruktur (Infrastruktur); (3) Need for Improvement(Kebutuhan untuk perbaikan); (4) Costumer Fokus (Fokus Pelanggan); (5) Empowerment (Pemberdayaan); (6) New Views of Quality (Pandangan Baru Tentang Kualitas; (7) Top Management Commitment (Komitmen Manajemen Puncak)
Fokusnya ke pelanggan, artinya mutu berarti memberikan produk dan pelayanan yang konsisten mengikuti seluruh dimensi kualitas satu usaha. Yang menjadi indikator dari fokus kepada pelanggan terutama siswa adalah: 1) Mutu mengajar guru, 2) Kelancaran layanan belajar mengajar, 3) Umpan balik yang diterima siswa, 4) Layanan keseharian guru terhadap siswa, 5) Kepuasan siswa terhadap layanan mengajar guru, 6) Kenyamanan ruang belajar, 7) Ketersediaan fasilitas belajar.
Memasarkan Pendidikan Melalui IT
Dengan berkembangnya arus globalisasi dan teknologi yang semakin berkembang dan maju, masyarakat memerlukan informasi yang cepat dan mudah untuk didapat, misalnya dengan adanya internet, web/situs-situs sekolah, masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi tentang apa yang ingin diketahui. Melalui IT, memasarkan jasa pendidikan dapat lebih mudah karena masyarakat dapat memperoleh informasi yang tidak dibatasi dengan tempat dan waktu, sehingga masyarakat dapat kapan saja mengakses berbagai informasi yang diperlukan.
Strategi Pemasaran Ideal dalam Memasarkan Pendidikan
Arah pengelolaan pemasaran sekolah adalah mencapai kepuasan pelanggan. Upaya komunikasi pemasaran akan menekankan pada atribut yang dipentingkan oleh segmen yang dituju. Dengan pengalaman pelanggan yang puas, maka akan dapat menjadi media yang cukup efektif dan obyektif.
Sekolah berbasis kualitas akan menjadi dasar yang kuat dalam pemasaran produk pendidikan. Determinan kualitas jasa yang perlu dilakukan oleh sekolah yaitu: keandalan, responsif, keyakinan, empati dan wujud. Pendidikan yang merupakan proses yang sirkuler akan menempatkan pengelolaan pemasaran sekolah kepada langkah berkelanjutan yang saling mendukung. Dengan demikian diharapkan sekolah tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan siswa dengan diketahuinya kondisi pasar pendidikan.
Dengan demikian untuk memasarkan jasa pendidikan ada beberapa strategi diantaranya Pertamamembuat sebuah lembaga yang memiliki fokus kepada pelanggan. Hal ini berarti bahwa sekolah untuk memasarkan pendidikannya dengan terlebih dahulu memberikan kepuasan terhadap pelanggan, sehingga siswa tersebut dapat dijadikan sebagai jalan untuk meraih pelanggan-pelanggan lainnya. Kedua membuat lembaga pendidikan yang berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya.Artinya sudah saatnya sekarang ini persekolahan membuka mata dengan menyediakan berbagai program-program unggulan untuk menghasilkan excellent personallity seperti halnya orientasi pada globalisasi dengan pendirian sekolah bertaraf internasional, atau juga sekolah yang memiliki kekhususan lainnya baik dalam fasilitas ataupun dalam program sekolah. KetigaMembuatlangkahstrategik dalam pemasaran, yang terdiri dari 1) Analisis lingkungan internal dan eksternal 2) Merumuskan substansi dari pemasaran, 3) Melaksanakan pemasaran 4) Evaluasi dan monitoring pelaksanaan pemasaran.
Arah dan strategi yang dikemukan diatas dapat disimpulkan bahwa sistem pendidikan baik dari pengelolaan, substansi ataupun pemasarannya harus senantiasa diklopkan dengan perkembangan zaman, dalam hal ini globalisasi. Tetapi kenyataannya di lapangan terutama di Indonesia lebih banyak pada pendidikan sebagai sesuatu yang harus dijalani bukan sesuatu yang harus diambil suatu nilai dan norma yang dibutuhkan untuk kehidupan di masa yang akan datang.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: